Biodataviral.com - Setelah aku berpakaian, aku keluar dengan perasaan takut. aku melihat dia lagi duduk sambil merokok di samping pintu keluar.
Aku memutuskan untuk bicara baik baik dengan dia, “Mas, tolong donk, balikkin KTP dan foto yang Mas ambil tadi, aku enggak akan cerita ke siapa siapa, dan aku berjanji akan selalu siap kalau Mas mau main sama aku”Sambil tersenyum, “Kamu pulang saja, besok datang lagi ke sini, jangan sampai kamu buat aku marah lagi, sono.”
Tanpa bisa berbuat apa-apa, aku keluar dari rumahnya, dengan perasaan kacau dan enggak tahu harus berbuat apa, aku manggil taksi yang kebetulan lewat dan langsung pulang. Sesampai di rumah, aku langsung ke kamar.. Rebahan.. Badan aku terasa sakit sekali, begitupula bool aku.. Perasaan aku sangat kacau sekali, aku enggak pernah ngalamin masalah begini, aku sangat takut dan enggak tahu harus berbuat apa. Dengan pikiran kalut dan kacau, akhirnya aku ketiduran..
Tiba tiba aku terbangun dan secara refleks melihat jam (sudah kebiasaan).. Gile.. Ternyata sudah jam 7.30.. aku kaget, langsung saja aku bangun terus cuci muka, gosok gigi dan mandi seadanya, aku harus buru-buru karena hari ini aku harus nyerahin laporan buat atasan aku.
Setelah siap, aku langsung naik bus, yang untungnya kebetulan lewat tanpa harus menunggu. aku nyampe di kantor sekitar jam 8 lewat beberapa menit. Tanpa memikirkan macam-macam aku langsung nekan tombol lift dan menunggu. Tiba-tiba ada seseorang menepok punggung aku dari belakang dan segera noleh ke belakang. Gile.. aku kaget banget, ternyata yang nepok aku itu cowok yang kemaren menyiksa aku!! Saking kagetnya aku enggak bisa ngomong apa-apa .
Sambil tersenyum tanpa dosa, “Pagi, kok keliatannya kusut banget hari ini, sini deh bentar, aku mau bicara”
Artikel Terkait
Aku langsung ditariknya pergi dan berhenti di tempat yang sepi
“Oy, jangan bengong gitu donk, kaget ya liat aku disini? Aku juga kerja di gedung ini kok, cuma kita beda lantai, kamu di lantai 18 kan? Aku di lantai 19, aku tuh sudah lama perhatiin kamu, cuma kamu doank yang enggak nyadar, Anyway, aku mau kamu nunggu aku disini pas jam makan siang, dan jangan sampai telat ok? kalau telat ato enggak datang, kamu tahu donk konsekuensinya”
Deg.. Jantung aku langsung kayak berhenti saja, beban pikiran yang kemaren langsung kembali menyerbu aku, tapi karena aku sudah telat dan bisa dimarahin atasan aku, aku terpaksa harus menyingkirkan terlebih dahulu semua itu. Sesampai di kantor, ternyata atasan aku sudah menunggu di meja aku, dan aku sempat ditegor karena telat, untungnya seh enggak parah-parah amat. Lanjut baca!

0 Response to "Heboh! Ku Jual Istri untuk di Gangbang Brutal 2"
Post a Comment